Home Sejarah Tidung Lirik Lagu Tidung Diskusi Wiro Sableng Bahasa Tidung Obral Plus Delapan Agustus Belajar buat website


Sabtu, 10 Mei 2008

Ada Sejak 500 Tahun Silam, Berawal dari Kumpulan Uma-Uma

Lebih Mengenal Masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tau

Dayak Kenyah di pulau Kalimantan memiliki banyak sub etnis. Salah satunya adalah Dayak Kenyah Lepo’ Tau. Kelompok masyarakat yang kini sudah berpencar di berbagai daerah di Kalimantan ini, sudah ada sejak 500 tahun silam. Bagaimana sejarahnya?



MENURUT sejarah, masyarakat Dayak Kenyah menghuni daerah dataran tinggi atau apau di hulu Sungai Bahau dan Sungai Kayan sejak 500-an tahun silam. Tepatnya di daerah perbatasan Kaltim dengan Serawak Malaysia, yaitu di wilayah Apau Data atau dataran tinggi Data.

Menjadi kebiasaan masyarakat Dayak pada jaman dulu, mereka hidup selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Di suatu tempat, sekelompok masyarakat Dayak Kenyah kemudian membangun sebuah rumah. Yaitu rumah panjang yang biasa disebut Uma. “Di situ banyak Uma dibangun oleh warga, ada uma Tau, uma bakung dan lain-lainnya,” terang Kule Iban, salah satu warga Dayak Kenyah Lepo’ Tau di Desa Mara I, Kecamatan Tanjung Palas Barat.

Dinamakan Uma’ Tau, karena rumah panjang yang mereka diami berada di dekat sebuah pohon yang bernama pohon Tau. Seiring dengan waktu, kian tahun jumlah warga penghuni Uma Tau semakin banyak. Mereka pun memutuskan untuk berpindah lagi.

Rombongan masyarakat penghuni Uma Tau menyusuri Sungai Bahau hingga ke Sungai Uwa. Sebagian di antara mereka ada yang berpencar. Sementara sebagian lagi yang ikut dalam satu rombongan kemudian membuat rumah-rumah atau uma-uma di suatu tempat.

Perkumpulan uma-uma yang cukup banyak ini, menjadilah sebuah desa atau perkampungan yang dalam bahasa mereka disebut dengan Lepo’. Dari sini lah kemudian, mereka menamakan diri sebagai Lepo’ Tau. Salah satu sub etnis dari Dayak Kenyah.

Seiring dengan perkembangan jaman, kini masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tau tak hanya menempati satu daerah. Mereka sudah berpencar ke berbagai daerah di Kalimantan. “Masyarakat kami ada di berbagai kabupaten kota di Kaltim ini. Hanya yang paling besar masih berada di Bulungan,” kata Bid Lie, ketua adat Dayak Kenyah Lepo’ Tau Kaltim.

Tak hanya berpencar, lanjutnya, masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tau kini bahkan sudah membaur dengan masyarakat dari berbagai etnis lainnya. Dalam artian, banyak warga Dayak Kenyah Lepo’ Tau yang menikah dengan etnis lain. “Sekarang sudah banyak Dayak Kenyah Lepo’ Tau dari Jawa, dari Bugis, dari Bulungan dan lain-lain. Semua membaur, karena pada prinsipnya kita siap membaur dengan siapapun, masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tau adalah masyarakat pemersatu,” tandasnya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Dayak Kenyah Lepo’ Tau Kaltim di Mara 1, beberapa hari lalu.

Dalam adat istiadat Dayak Kenyah Lepo’ Tau ada tiga hal penting yang sudah menjadi tradisi. Pertama Merakah Tau, yang memiliki makna kemakmuran atau kebesaran jiwa. Upacara ini sering dilakukan sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kedua, kepercayaan Batu Tului yang mengandung arti kekokohan. Upacara peletakan Batu Tului juga biasa disebut sebagai persatuan dan kesatuan. Di antara kegiatan-kegiatan adat masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Tau mereka selalu tidak ketinggalan dengan Burung Enggang yang menjadi simbol keperkasaan.(*)

Sumber : Radar Tarakan 10 Mei 2008

3 Comments:

Johan Suryantoro said...

Senang sekali ada teman yg mau mempublikasikan informasi bagus tentang daerahnya melalui media bloging. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi yg memadai tentang bumi Kalimantan Timur bagi pengakses internet di seluruh Indonesia.

Kunjungan balasan nih. Salam kenal. Dan terus menulis.

Johan Suryantoro said...

Mau minta tolong nih. Berhubung saya sudah pindah alamat url http://johan-suryantoro.com dan nama blog sudah diganti menjadi JohanSuryantoro[dot]Com, kalau ndak keberatan, tolong direvisi di blogroll ya. Terima kasih.

Johan Suryantoro said...

Mau minta tolong nih. Berhubung saya sudah pindah alamat url http://johan-suryantoro.com dan nama blog sudah diganti menjadi JohanSuryantoro[dot]Com, kalau ndak keberatan, tolong direvisi di blogroll ya. Terima kasih.

 
Template by : uniQue template  |  Modified by : Takapana Blog